Tips Praktis Memerah, Menyimpan, Memberikan ASI untuk Perempuan Bekerja 28 Maret 2009
Pdpersi, Jakarta - Memberikan Air
Susu Ibu (ASI) adalah obsesi utama bagi setiap perempuan yang telah
dianugrahi anak. Namun, buat perempuan bekerja, memberikan ASI jelas
membutuhkan perjuangan tersendiri. Pemicu utamanya adalah waktu bersama
bayi yang terbatas. Jika tetap bersikukuh menghindarkan bayinya dari
susu formula, perempuan karir jelas perlu mengetahui teknik-teknik
memerah, menyimpan serta memberikan ASI yang tidak diberikan langsung
dari payudara.
Berikut tips-tips praktis yang dapat dijadikan panduan ibu
bekerja agar tetap dapat memberikan ASI pada bayinya kendati ia tak
bisa terus menerus bersama anaknya.
Persiapan Dasar Sebelum Memerah Susu :
1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang
paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi
hari
2. Semua peralatan yang akan digunakan telah
disterilkan terlebih dahulu. Breast pump
sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan
agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit
dibersihkan
3. Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat
memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana
ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau
telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di
meeting room yg kosong, toilet, dan lain-lain.
4. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara
dibersihkan dengan air
5. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau
cairan lainnya, misalnya: susu, juice,
decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan
minuman hangat agar membantu menstimulasi
payudara.
6. Usahakan untuk relax, kalau bisa dengan kaki yg
diangkat
7. Kompres payudara kira2 5-10 menit, atau mandi
air hangat sambil memijat payudara membantu agar
air susu dapat keluar dengan lancar
8. Bila masih kesulitan bisa meminta oxytocin
pada dokter.
Lama penyimpanan ASI setelah diperah
-Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih
dari 4 jam.
- Namun, jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6
jam.
Namun, perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya
ruangan ber-AC, tidak mati sama sekali selama
botol ASI ada di dalamnya.
- Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI ini
bisa bertahan sampai delapan hari dalam suhu
lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari
es tsb.
- Jika lemari es tidak
memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan
botol ASI hasil pompa, maka sebaiknya ASI
tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.
-Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah
dengan cara menempatkan botol ASI dalam container
plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu
dengan baik.
- ASI hasil pompa dapat disimpan dalam
freezer biasa sampai tiga bulan. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer,
karena bagian ini yang mengalami perubahan dan
variasi suhu udara terbesar.
Jika Ibu kebetulan
memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah
atau deep freezer yang umumnya
memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa,
maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat
disimpan sampai dengan enam bulan di
dalamnya.
Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan
- Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan
terlebih dahulu
- Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang
terbuat dari gelas atau kaca.
-Jika terpaksa
menggunakan botol plastik, pastikan
plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika
direndam dalam air panas).
-Jangan pakai botol susu berwarna atau
bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh
jika terkena panas.
-Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan
menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal
dan jam ASI dipompa atau diperas.
- Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan dot. Karena masih ada
peluang untuk berinteraksi dengan udara.
- Jika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras ASI
beberapa kali, bisa saja Asi itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat botol disimpan stabil,
antara 0 s/d 15 derajat Celcius.
- Penggabungan
hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka
waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir
tidak lebih dari 24 jam.
Cara memberikan ASI yang sudah
didinginkan pada bayi?
- Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol
dialiri air panas yang bukan mendidih yang keluar
dari keran
- Atau merendam botol di dalam
baskom atau mangkuk yang berisi air panas atau bukan
mendidih
- Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara
mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave
atau alat pemanas lainnya, kecuali yang memang
didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan
ASI
- Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu
biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah
susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb.
Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak
180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum
80, jangan langsung dipanaskan semua.
- Ingat
susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan
lagi!
Indikator ASI basi
-Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman
pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang
baik, ASI tidak akan mungkin basi. Terkadang memang
setelah disimpan atau didinginkan akan terjadi
perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak
menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu
berada dalam keadaan bersih ketika
memompa atau memeras, menyimpan ASI dalam botol yang
steril dan tertutup rapat, dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan
juga mengikuti petunjuk, ASI akan
terjaga dalam kondisi yang baik.
- Dibandingkan
susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat
berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang
terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih
merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat
yang membantu pembentukan daya imun bayi.
|